Senja menanti sang kasih menjelma,
Air mata mengalir derus tak kemana,
Hati yang terkias terlalu sengsara,
Saban hari setiap detik memikirkan kita berdua..
Gelora di jiwa makin berkencang,
Aura rindu makin berkembang,
Antara dunia fantasi dan realiti,
Cinta nostalgia telah menjadi harmoni.
Segalanya berputik di masa lalu,
Sayang selasih bermula di masa bertemu,
Bagai api membara bah nyiur yang suci,
Eratnya suara hati tanpa bisikan janji.
Puisi tangisan dalam mimpi kahyalan,
Rimba kemesraan masih segar dalam ingatan,
Saujana hari masih menunggu tak berakhiran,
Hati terpendam tapi membawa harapan.
Mahligai berdua terus di tikai,
Walau berat sang hati untuk mencapai,
Arus tak berbunyi si dia makin menyepi,
Serba salah membunuh cinta hingga ke tepi.
Nun merak telah pun berbunga,
Hasrat lafazan cinta telah berjaya,
Ciuman Sang kasih menetap di jiwa,
Melangkah mempelai asyiknya bersama.
Kisah rindu bah tangisan tersedu,
Akhirnya keperitan,datangnya madu,
Belaian manisan telah diberi,
Tambahnya senyuman penuh berseri.
No comments:
Post a Comment